'http://twitter.com/novitriarianty, My name is Novi Tri Arianty. I was born on 07 November 93. I ♥ Purple, pink and green. I ♥ Psikologi and Biopsikologi. Novi Tri Arianty: Alinea/Paragraf

Rabu, 07 Desember 2011

Alinea/Paragraf


BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Berbicara mengenai karangan,baik yang berupa karangan pendek maupun panjang, kita harus berbicara mengenai beberapa hal di sekitar karangan tersebut. Pertama adalah topik yang menjadi isi karangan. Kedua adalah struktur pengorganisasian karangan. Kemudian, menyusul pengisian struktur karangan (bab, subbab, dan alinea). Berikutnya, muncul masalah bahasa, seperti penggunaan kata, kelompok kata, farase, dan klausa serta seluk-beluk pembentukan dan penyusunan kalimat.
Inti pembicaraan tulisan ini hanyalah sekelumit dari sekian masalah disekitar karangan, yaitu pengembangan alinea dengan segala aspek-aspeknya. Misalnya, pengertian serta fungsi alinea, struktur dan jenis-jenis alinea, kriteria alinea yang baik serta beberapa cara pengembangan alinea.
Kita sering mendengar istilah paragraf atau alinea. Istilah tersebut sering digunakan, baik dalam percakapan maupun dalam kegiatan pertemuan dalam rapat, diskusi maupun seminar. Mereka yang sering menulis, baik surat ,kertas kerja, pelaporan atau skripsi pasti menggunakan alinea dalam tulisannya. Apabila ditanyakan definisi dari alinea maka akan bervariasi jawabannya.
Tidak ada ukuran yang definitif berapa sebaiknya panjang alinea. Ada orang yang berpendapat panjang -pendeknya suatu alinea bergantung kepada latar belakang pembaca serta faktor dan sifat media.Ukuran yang tepat belum terjawab. Ahli lain berpendapat bahwa panjang- pendeknya suatu alinea bergantung kepada tuntutan kalimat topik. Beberapa ahli lainya mencoba memberikan ukuran yang lebih tegas. Weaver (1961, 217) memperkirakan panjang suatu alinea berkisar antara 100-350 perkataan. Johnson (1965, 345) mengatakan bahwa panjang alinea merentang mulai dari 75-100 perkataan. Bernett (1975, 61-62) menyatakan bahwa panjang alinea berkisar antara 5-18 baris.Ukuran alinea yang mederat 10 dan 12 baris.
Latar belakang atau keadaan pembaca menentukan panjangnya alinea. Bacaan bagi anak-anak sebaiknya menggunakan alinea dan kalimat-kalimat yang pendek-pendek. Kata-kata yang sesuai dengan perkembangan jiwa mereka. Bagi orang dewasa, dapat menggunakan alinea yang lebih panjang, terutama buku ilmiah atau karangan ilmiah.
Siafat atau tuntutan kalimat topik sangat mempengaruhi panjangnya alinea. Ada kalimat topik yang membutuhkan banyak kalimat pengembang untuk memperjelas dan memerinci maknanya. Oleh karena itu, alinea menjadi panjang. Terkadang ada kalimat topik yang dapat diperjelas hanya dengan beberapa kalimat pengembang. Dalam hal ini, jelas alineanya agak pendek.
Ada tiga ukuran yang digunakan untuk mengukur panjang suatu alinea. Ukuran pertama berdasarkan jumlah kata dalam alinea. Mengenai jumlah kata dalam suatu alinea, ada dua rentangan yang sangat berbeda, yakni 75-100, dan 100-350 perkataan. Tampaknya, rentangan yang pertama yang lebih mendekati kepada kenyataan. Alasannya, setiap halaman berisi 300 perkataan. Satu halaman biasanya terdiri atas 2-6 alinea atau rata-rata 4 alinea. Dengan demikian, 1 alinea terdiri atas 75 perkataan. Ukuran kedua berdasarkan jumlah kalimat yang terkandung dalam alinea. Bila diasumsikan suatu kalimat berisi sekitar 6-14 perkataan atau rata-rata 10, maka jumlah kalimat dalam alinea dalam tiap alinea7-10 perktaan. Ukuran ketiga berdasarkan ukuran baris suatu alinea. Diperkirakan, jumlah baris alinea yang terkecil 2 buah dan yang terbesar 12 buah. Jumlah baris rata-rata alinea berkisar 10 sampai 12 baris.
Ukuran panjang–pendeknya suatu alinea sangat berpengaruh terhadap sikap psikologis pembaca.Alinea yang terlalu panjang membuat pembaca memusatkan perhatiannya pada suatu ide pokok terlalu lama. Hal ini dapat menimbulkan kebosanan, bahkan kata-kata dan kalimat-kalimat yang terlalu banyak dapat mengganggu konsentrasinya terhadap ide pokok itu sendiri. Sebaliknya, bila alinea terlalu pendek apalagi berturut-turut dalam jumlah yang besar, misalnya 5 sampai 10 alinea, memaksa perhatian pembaca meloncat-loncat secara cepat. Hal ini dapat menimbulkan kejengkelan serta penangkapan ide pokok yang kurang jelas. Ukuran alinea serta cara penempatannya dalam struktur karangan sangat berpengaruh terhadap sikap pembaca.
Bila kita dihadapkan pada suatu karangan tanpa adanya cirri-ciri pengelompokan ide, alangkah susahnya kita memahami gagasan yang diungkapkan dalam karangan itu. Kita terpaksa membaca karangan tersebut secara berulang-ulang untuk mendapatkan pemahaman yang baik tentang isi karangan itu. Pengungkapan gagasan dengan cara ini secara ilmiah bertentangan dengan kodrat. Jika kita ingin mengungkapkan suatu gagasan, biasanya gagasan tersebut diungkapkan satu per satu atau bagian per bagian.
Bila kita berpikir, kita berpikir dalam kelompok-kelompok ide,tidak dalam ide tunggal atau terpisah-pisah. Akan tetapi, bila kita tulis pikiran-pikiran tersebut, kita hanya menulis satu ide pada satu waktu. Ide berikutnya ditulis pada waktu berikutnya secara berturut-turut.
Bila kita membuat alinea, kita menuliskan sekelompok ide yang terdiri atas ide pokok dan ide bawahan yang merupakan penjelasan tentang ide pokok. Disamping ide pokok ini, terdapat ide pokok lainnya yang masih berkaitan dengan ide pokok pertama. Kedua ide pokok ini merupakan bagian kelompok ide yang lebih besar .Oleh sebab itu, ide pokok yang kedua ini diungkapkan dalam alinea berikutnya yang disertai pula dengan ide pokok bawahan yang berupa penjelasan terhadap ide pokok kedua tadi. Demikianlah seterusnya sehingga kita dapat membuat sebuah karangan yang terdiri atas beberapa alinea yang mengandung kelompok-kelompok ide yang saling berkaitan.

B. Rumusan Masalah
1.    Apakah definisi dari alinea?
2.    Apakah fungsi dari alinea?
3.    Apakah unsur-unsur alinea?
4.    Apakah jenis-jenis alinea?
5.    Bagaimana cara menyusun alinea yang baik?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:
1.    Untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia yang berjudul “Alinea/Paragraf”.
2.    Untuk mengetahui pengertian dari alinea, bagian-bagian alinea, jenis-jenis alinea, pengembangan alinea, dan fungsi-fungsi alinea.
3.    Dengan pembuatan makalah yang berjudul “Menyusun Alinea” ini penulis atau pembaca makalah ini bisa menyusun alinea dengan baik dan benar.
4.    Sebagai bahan presentase diskusi yang brjudul “Alinea/Paragraf”.

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN ALINEA

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi ke-3, dari terbitan Departemn Pendidikan Nasional tertera penjelasan bahwa alinea adalah bagian wacana yang mengungkapkan suatu pikiran yang lengkap atau satu tema yang dalam ragam tulis ditandai oleh baris pertama yang menjorok kedalam atau jarak spasi yang lebih. Dalam kamus tersebut alinea diartikan pula sebagai paragraf.
Bila ditelaah pengertian alinea, seperti yang tercantum dalam sumber tersebut, dapat ditarik simpulan. Simpulannya adalah alina berisi “sesuatu” dan penulisan alinea selalu dimulai dengan baris yang baru yang dimajukan atau indentation.
Menurut pengamatan penulis, ada beberapa ciri atu karakteristik alinea antara lain, sebagai berikut:
1.    Setiap alinea mengandung makna, pesan, pikiran, atau ide pokok yang relevan dengan ide pokok keseluruhan karangan.
2.    Alinea umumnya dibangun oleh sejumlah kalimat.
3.     Alinea adalah satu kesatuan ekspresi pikiran.
4.    Alinea adalah kesatuan yang koheren dan padat.
5.    Kalimat-kalimat alinea tersusun secara logis-sistematis.
Berdasarkan penganalisisan atas beberapa sumber yang memberikan keterangan tentang alinea serta dilengkapi atau dipadukan dengan hasil pengamatan penulis terhadap karakteristik alinea, sampailah penulis pada suatu simpulan bahwa definisi alinea sebagai berikut: alinea adalah seperangkat kalimat yang tersusun logis-sistematis yang merupakan satu kesatuan akspresi pikiran yng relevan dan mendukung pikiran pokok yang tersirat dalam keseluruhan karangan.

B. FUNGSI ALINEA
Sesuatu yang bersipat abstrak lebih sukar dipahami daripada sesuatu yang lebih kecil dan konkret. Pada dasarnya, pemahaman adalah memahami bagian-bagian kecil serta hubungan antarbagian-bagian itu dalam rangka keseluruhan. Karangan pun dapat dikatagorikan sebagai sesuatu yang abstrak. Untuk memahaminya, karangan perlu dipecah-pecah menjadi bagian-bagian kecil yang dikenal dengan nama alinea.
Berdasarkan penjelasan di atas, tersirat dua fungsi alinea, yaitu:
1.    Sebagai penampung dari sebagian kecil jalan pikiran atau ide pokok keseluruhan karangan.
2.    Memudahkan pemahaman jalan pikiran atau ide pokok.Penulisan alinea yang terencana baik selalu bersipat logis-sistematis. Alinea yang tersusun baik merupakan alat bantu, baik bagi pengarang maupun bagi pemabca. Seperangkat kalimat itu akan mengembangkan jalan pikirannya secara sistematis pula.
3.    Memungkinkan pengarang melahirkan jalan pikirannya secara sistematis. Bagi para pembaca, kalimat-kalimat yang tersusun secara sistematis itu sangat memudahkan menelusuri serta memahami jalan pikiran pengarang.
4.    Mengarahkan pembaca dalam mengikuti alur pikiran pengarang serta memahaminya.
5.    Sebagai alat penyampai pikiran.
6.    Sebagai penanda pikiran baru dimulai.

Alinea yang baik selalu berisi ide pokok. Ide pokok itu merupakan bagian yang integral dari ide pokok yang terkandung dalam keselurihan karangan. Ide pokok alinea tidak hanya merupakan bagian dari ide pokok keseluruhan, tetapi juga memiliki relevansi dan menunjang ide pokok tersebut. Melalui ide pokok yang tersirat dari setiap alinea, pembaca akan sampai pada pemahaman total isi karangan.
Dalam rangka keseluruhan karangan, alinea sering juga digunakan sebagai pengantar, transisi atu peralihan dari satu bab ke bab lainnya. Bahkan, tidak jarang alinea digunakan sebagai penutup .Disini, alinea berfungsi sebagai pengantar ,tarnsisi, dan konklusi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa alinea berfungsi sebagai berikut:
1.    Sebagai penampung dari sebagian kecil jala pikiran atau ide pokok keseluruhan karangan .
2.    Memudahkan pemahaman jalan pikiran atau ide pokok pengarang.
3.    Alat bagi pengarang untuk mengembangkan jalan pikirn secara sistematis.
4.    Pedoman bagi pembaca untuk mengikuti dan memahami alur pikiran pengarang.
5.    Sebagai penyampai pikiran atau ide pokok pengarang kepada pembaca.sebagai penanda bahwa piiran baru dimulai
6.    Dalam rangka keseluruhan karangan, alinea dapat berfungsi sebagai pengantar, transisi, dan penutup (konklusi).

C. UNSUR-UNSUR ALINEA
Alinea adalah satu kesatuan ekspresi yang terdiri atas seperangkat kalimat yang dipergunakan oleh pengarang sebagai alat untuk menyatakan dan menyampaikan jalan pikirannya kepada para pembaca. Supaya pikiran tersebut dapat diterima oleh pembaca, alinea harus tersusun secara logis-sistematis. Alat bantu untuk menciptakan susunan logis-sistematis itu adalah unsur-unsur penyusun alinea, seperti transisi (transition), kalimat topik (topic sentence), kalimat pengembang (development sentence), dan kalimat penegas (punch-line).
Keempat unsur penyusun alinea tersebut, terkadang muncul secara bersamaan, terkadang pula hanya sebagian yang muncul dalam sebuah alinea.
1.    Alinea yang Memiliki Empat Unsur
Susunan alinea jenis ini terdiri atas:
a)    Tarnsisi (berupa kata, kelompok kata, atau kalimat);
b)    Kalimat topik;
c)    Kalimat pengembang;
d)    Kalimat penegas.

2.    Alinea yang Memiliki Tiga Unsur
Alinea jenis ini terdiri atas:
a)    Transisi (berupa kata, kelompok kata, atau kalimat);
b)    Kalimat topik;
c)    Kalimat pengembang.

3.    Alinea yang Memiliki Dua Unsur
Alinea jenis ini terdiri atas:
a)    Kalimat topik;
b)    Kalimat pengembang.

C.1 TRANSISI
Transisi adalah mata rantai penghubung antar alinea.Transisi berfungsi sebagai penghubung jalan pikiran dua alinea yang berdekatan. Kata-kata tradisional merupakan petunjuk bagi pembaca kearah mana ia sedang bergerak atau mengingatkan pembaca apakah suatu alinea baru bergerak searah denganide pokok sebelumnya .Oleh karena itu, beberapa orang sering mengatakan bahwa transisi berfungsi sebagai penunjang koherensi dan kesatuan antarbab, antarsubbab, dan antaralinea dalam suatu karangan.
Tarnsisi tidak harus selalu ada dalam setiap alinea. Kehadiran trnsisi dalam alinea bergantung pada pertimbangan pengarang. Bila pengarang merasa perlu ada tarnsisi demi kejelasan informasi, transisi wajar ada. Sebaliknya, bila pengarang bisa mengekspresikan ide pokoknya dengan jernih tanpa transisi, transisi tidak perlu hadir dalam alinea tersebut.
Transisi tidak hanya terdapat pada alinea,tetapi terdapat juga dalam kalimat,antar alinea, antarsubbab, antarbab. Bila transisi terdapat antarsubbab, transisi berfungsi menghubungkn ide pokok dalam subbab tersebut. Bila transisi terdapat pada antarbab, transisi berfungsi sebagai jembatan penghubug ide pokok dalam bab yang berdekatan tersebut.
Ada dua cara untuk mewujudkan hubungan di antara dua alinea yaitu: Pertama, secara implicit. Kedua,secara eksplisit. Hubungan implicit tidak dinyatakan oleh penanda transisi tertentu. Walaupun demikian, hubungan antar alinea masih dapat dirasakan. Hubungan eksplisit dinyatakan oleh alat penanda transisi tertentu, seperti:
a)    kata, termasuk di dalamnya kelompok kata;
b)    kalimat.

C.1.a Transisi Berupa Kata
Alat penanda transisi berupa kata dan kelompok kata sangat banyak jenisnya. Secara garis besar ,alat penanda transisi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
a)    Penanda Hubungan Kelanjutan
Contoh : dan, lagi, serta, lagi pula, tambahan lagi.
Contoh penanda transisi yang berupa kata lagi pula adalah sebagai berikut:
·         Lagi pula, munculnya para pemimpin muda sangat diharapkan oleh masyarakat.
b)    Penanda hubungan Urutan Waktu
Contoh: dahulu, kini, sekarang, sebelum, setelah, sesudah, kemudian
Contoh penanda transisi yang berupa kata sementara itu adalah sebagai berikut:
·         Sementara itu, persiapan pelantikan anggota DPRD sudah mulai dilakukan oleh panitia pelaksana.
c)    Penanda Klimaks
Contoh:paling…, se…nya, ter…
Contoh penada transisi yang berupa kata terakhir adalah sebagai berikut:
·         Terakhir,dia berdagang buah-buahan pada usia 18 tahun.
d)    Penanda Perbandingan
Contoh: sama, seperti, ibarat, bak, bagaikan.
Contoh penanda transisi yang berupa kata bagaikan adalah sebagai berikut:
·         Bagaikan seorang ahli,ia mulai melukis di atas kanvas.
e)    Penanda Kontras
Contoh: tetapi, biarpun, walaupun, sebaliknya.
Contoh penanda transisi yang berupa kata sebaliknya adalah sebagai berikut:
·         Sebaliknya, mereka terlihat kurang antusias untuk berpartisipasi sebagai pemilih pada pemilu tahun ini.
f)    Penanda Urutan Jarak
Contoh: di sini, di situ, di sana, dekat, jauh, sebelah.
Contoh penanda transisi yang berupa kata di sana adalah sebagai berikut.
·         Di sana, telah berdiri tegak sebuah monumen yang mengenang kepahlawanan sebuah bangsa.
g)    Penanda Illustrasi
Contoh: umpama, contoh, misalnya.
Contoh penanda transisi yang berupa kata misalnya sebagai berikut:
·         Misalnya, pembangunan tidak akan berjalan tanpa adanya kerja sama semua pihak.
h)    Penanda Sebab Akibat
Contoh: karena, sebab, oleh karena itu, akibatnya.
Contoh penanda transisi yang berupa kata akibatnya adalah sebagai berikut:
·         Akibatnya, semua anggota terkena hukuman.
i)      Penanda Kondisi Pengandaian
Contoh: jika, kalau, jikalau, andai kata, seandainya.
Contoh penanda kata transisi yang berupa kata seandainya adalah sebagai berikut:
·         Seandainya, waktu dapat diulang, aku ingin keluargaku kembali berkumpul.
j)     Penanda Simpulan
Contoh: Simpulan, ringkasnya, garis besarnya, rangkumannya.
Contoh penanda transisi yang berupa kata ringkasnya adalah sebagai berikut:
·         Ringkasnya, semua kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

C.1.b Transisi Berupa Kalimat
Transisi jenis kedua yang berupa kalimat yang lebih terkenal dengan istilah “LEADIN-SENTENCES”(KALIMAT PENUNTUN). Kalimat ini berfungsi ganda, yaitu sebagai tranisi dan sebagai pengantar topik utama yang akan diperbincangkan.
Kalimat penuntun tidak berfungsi sebagai pengganti kalimat topik.letaknya selalu mendahului kalimat topic.Bila dalam suatu alinea terdapat kalimat penuntun sebagai transisi,kalimat topik terdapat setelah kalimat penuntun tersebut.
Contoh :
(1)Ringkasnya, tata bahasa meliputi 3 hal, yaitu fonologi, morfologi, dan sintaksis. (2)Fonologi berhubungan dengan studi tata bunyi, morfologi mengenai tata kata, dan sintaksis membicarakan tata kalimat.
Keterangan:
(1)   Merupakan Kalimat penutun.
(2)   Merupakan Kalimat topik.

C.2 KALIMAT TOPIK
Ada berbagai istilah yang sama maknanya dengan kalimat topik. Dalam bahasa inggris, kita mengenal istilah-istilah, major point, main idea, central idea, dan topic sentence. Keempat-empatnya bermakna sama mengacu kepada pengertian kalimat topik. Dalam bahasa Indonesia, kita pun mengenal istilah-istilah, seperti pikiran utama, pokok pikiran, ide pikiran, dan kalimat pokok.keempat-empatnya juga mengandung makna yang sama, yaitu mengacu pada kalimat topik.
Kalimat topik adalah perwujudan pernyataan ide pokok alinea dala bentuk umum atau abstrak.
Contoh:
(1) Sial benar saya hari ini.
(2) Harga barang-barang bergerak naik.
Contoh ke-(1) menyatakan kesialan seseorang.  Kesialan tersebut baru berupa pernyataan abstrak yang harus diuraikan kedalam contoh-contoh yang konkret. Demikian pula contoh ke-(2), harga barang naik masih bersifat umum.Yang perlu diperjelas adalah berapa naiknya untuk setiap barang. Dengan begitu, akan jelas pengertian yang terdapat pada kalimat topik.
Ada 4 kemungkinan letak kalimat topik dalam satu alinea. Kemungkinan pertama, kalimat topik berada di awal alinea, segera setelah transsisi, kalau transisi ada pada alinea tersebut. Kemungkinan kedua, kalimat topik berada di bagian akhir alinea. Kemungkinan ketiga, kalimat topik berada di awal dan di akhir. Kemungkinan keempat, kalimat topik tersebar di seluruh alinea.

C.3 KALIMAT PENGEMBANG
Sebagian besar, kalimat-kalimat yang terdapat dalam suatu alinea termasuk kalimat pengembang. Susunan kalimat pengembang tidak sembarangan. Urutan kalimat pengembang sebagai perluasan pemaparan ide pokok yang bersifat abstrak menuruti hakikat ide pokok. Pengembangan kalimat topik yang bersifat kronologis, biasanya menyangkut hubungan antara benda atau kejadian dan waktu. Urutannya masa lalu, kini, dan yang akan datang.
Bila pengembangan kalimat topik berhubugan dengan jarak (spacial),hal ini biasanya menyangkut hubungan antara benda, peristiwa atau hal, dan ukuran jarak. Urutannya dimulai dari jarak yang paling dekat,lebih jauh, dan paling jauh. Bila pengembangan kalimat topik berhubungan dengan sebab akibat,kemungkinan urutannya sebab dinyatakan lebih dahulu, lalu diikuti akibatya. Atau sebaliknya, akibatnya dinyatakan pertama-tama baru dipaparkan sebabnya. Penyusunan urutan kalimat pengembang yang berdasarkan urutan nomornya dimulai dari kejadian pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya.
Contoh :
Pada pagi hari,suasana lingkungan rumah andi begitu indah. Di sekitar rumah, berjejer pohon-pohon yang menambh keteduhan. Sementara itu, kicau burung menambah semaraknya pagi itu. Di kejauhan, terlihat gunung tangkuban perahu yang penuh misteri. Sungguh, pagi yang indah dan hangat.

C.4 KALIMAT PENEGAS
Kalimat penegas adalah elemen alinea yang keempat dan terakhir. Elemen pertama adalah transisi, elemen kedua adalah kalimat topik, dan elemen ketiga adalah kalimat pengembang. Fungsi kalimat penegas ada dua yaitu:
1.    Kalimat penegas sebagai pengulang atau penegas kembali kalimat topik
2.    Kalimat penegas sebagia daya penarik bagi para pembaca atu sebagai selingan untuk menghilangkan kejemuan.
Kedudukan kalimat penegas dalam suatu alinea tidak bersifat mutlak. Kalimat penegas ada bila pengarang merasa memerlukannya untuk menujang kejelasan informasi. Kalimat penegas tidak ada bila pengarang memandang kehadirannya tidak diperlukan. Selain itu, kalimat penegas tidak ada bila pengarangmerasa kejelasan informasi tidak terganggi tanpa adanya kalimat penegas.
Bila kita perbandingkan kedudukan kalimat penegas dengan kedudukan kalimat topik dan kalimat pengembang ,terdapat beberapa persamaan dan beberapa perbedaan. Jumlah kaliamat penegas dan kalimat topik sama. Makna yang terkandung dalam kalimat penegas dan kalimat topik kurang lebih sama, tetapi mungkin diutarakan dengan redaksi yang berbeda.
Eksistensi kalimat penegas tidak mutlak dalam suatu alinea, sedang eksistensi kalimat topik dan kalimat pengembang bersifat mutlak dalam setiap alinea. Makna yang terkandung dalam kalimat penegas dan kalimat topik bersifat konkret sebagai penjabaran dari makna kalimat penegas dan kalimat topik. Sebagai contoh,baca  kembali alinea pada subbab C.4.Di akhir alinea tersebut, terdapat kalimat penegas, yaitu kalimat sungguh, pagi yang indah dan hangat.

D. JENIS-JENIS ALINEA
Berdasarkan penempatan ide pokok pada alinea, dapat ditentukan jenis alinea yang akan dibuat, yaitu:
1.    Alinea deduktif
Apabila ide pokok di tempatkan pada bagian awal alinea,maka alinea ini disebut deduktif.
2.    Alinea induktif
Apabila ide pokoknya ditempatkan pada bagian akhir,maka alinea ini disebut induktif.
3.    Alinea campuran
Alinea yang ide pokoknya secara simultan ditempatkan pada bagian awal dan akhir disebut alinea campuran.Biasanya ide yang terdapat pada bagian akhir merupakan pengulangan ide yang terdapat pada bagian awal.
4.    Alinea deskriptif
Pada jenis alinea ini ide pokok tidak ditempatkan pada salah satu kalimat yang membangun alinea karena tidak ada satu pun yang lebih penting daripada ide lainnya. Ide pokoknya merupakan kesimpulan tersirat yang tidak dicantumkan pada alinea tersebut. Jadi, ide pokok disini tidak dinyatakan secara eksplisit.
Jenis alinea dapat pula ditentukan berdasarkan cara kita mengembangkan ide dan alat bantu yang digunakan untuk menjaga kesinambungan pengungkapan ide atau keruntunan ide. Jenis alinea tersebut adalah:
1)     Alinea definisi
2)    Alinea contoh
3)     Alinea perbandingan
4)    Alinea anlogi
5)    Alinea klimaks atau induktif
6)    Alinea anti klimaks atau deduktif
7)    Alinea campuran
8)    Alinea sebab akibat
9)    Alinea proses
10) Alinea deskriptif
Berikut ini diberikan contoh untuk setiap alinea.

a. Alinea/Paragraf Definisi
contoh :
Loyalitas pelanggan adalah suatu sikap dan perilaku seseorang untuk tetap bertahan dalam membeli sesuatu pada toko yang diyakininya sebagai toko yang dapat dipercaya, baik tentang harga maupun tentang kualitas barang. Meskipun banyak toko-toko baru yang bermunculan, ia tetap menjadi pelanggan yang setia pada toko itu betapapun gencarnya usaha pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan lain, keyakinannya tidak goyah terhadap toko yang dilangganiya.
Ide pokok pada alinea atau paragraf ini merupakan suatu definisi yang terdapat pada bagian awal. Jadi, alinea ini merupakan alinea definisi dan juga alinea deduktif.

b. Alinea contoh
contoh :
Perubahan telah terjadi pada industri tradisional. Berbagai jenis peralatan produk baru seperti mesin potong ,mesin pres ,mesin bor, mesin bubut mesin las kini telah meningkat kapasitasnya dengan berlipat ganda. Kapasitas mesin potong pada industri modern telah banyak meningkat sebanyak ribuan kalilipat selama 1900-an. Hal ini dimungkinkan karena telah ditemukannya logam yang tetap keras meskipun dioprasikan dalam kecepatan sangat tinggi. Disamping itu,telah tercipta pula mesin-mesin peralatan yang sangat kuat untuk mendukung proses tersebut.
Ide pokok pada paragraph diatas dikembangkan dengan menggunakan contoh.ide pokok terdapat pada bagia awal jadi alinea ini juga merupakan alinea deduktif.

c. Alinea perbandingan
Contoh :
Tata cara kehidupan masyarakat primitif berbeda dengan modern. Masyarakat primitif dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dari bahan-bahan yang tersedia dilingkungannya tanpa membelinya. Jika barang yang diperlukannya tidak ada dilingkungannya, maka mereka dapat memperolehnya dari masyarakat tetangganya dengan sistem barter (saling menukar barang). Alat-alat yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhannya juga diperoleh dari lingkungannya , yaitu berupa batu, tanah liat, atau pun dahan pohon yang diolah secara manual. Sedangkan masyarakat modern memperoleh kebutuhannya dengan cara membeli barang atau membayar jasa. Alat-alat yang diperlukan merupakan olahan dari pabrik yang juga harus dibeli untuk memeperolehnya.
Ide pokok pada alinea ini terdapat pada bagian awal. Ide diungkapkan secara perbandingan.Pada contoh diatas. Ide yang dibandingkan dengan cara memperoleh barang-barang, alat, dan jasa yang diperlukan dalam kehidupan antara masyarakat primitif dan masyarakat modern.

d. Alinea analogi
Contoh :
Bahasa bukan merupakan tujuan dalam penulisan karangan ilmiah. Bahasa hanya sebagai alat (komunikasi) agar gagasan ilmiah yang diungkapakan dalam karangan tersebut dapat dipahami oleh pembaca dengan baik. Oleh sebab itu, sebelum karangan itu sampai ketangan pembaca, penulis karangan tersebut harus memeriksa bahasa yang digunakannya, baik dari segi ketetapan pemilihan kata dan istilah maupun dari segi gramatikal satuan-satuan struktur bahasa ,misalnyastuktur satuan kata, frasa klausa, kalimat, dan alinea atau paragraph dan juga pemakaiaan ejaan dan tanda baca secara tepat.Jika terjadi gangguan atau kerusakan pada unsure-unsur bahasa tersebut, besar kemungkinan pembaca tidak dapatmemahami gagasan ilmiah yang disampaikannya itu dengan baik. Hal ini dapat diibaratkan dengan kendaraan yang digunakan untuk mencapai tujuan perjalanan yang jauh. Sebelum berangakat, orang yang akan bepergian dengan kendaraan tersebut harus memeriksa kondisi kendaraannya, baik yang berkaitan dengan rem, versneling ,roda, ban, bensin dan sebagainya. Kalau perlu orang itu harus membawa kendaraannya ke bengkel untuk diperiksa agar yang bersangkutan selamat sampai ketempat tujuan.
Ide pokok pada paragraf atau alinea diatas terdapat pada bagian awal. Jadi alinea ini termasuk alinea deduktif. Pengungkapan ide dijelaskan dengan membandingkan ide pokok (bahasa sebagai alat )secara analogi dengan menggunakan hal lain yang sama karakternya dengan bahasa sebagai alat dalam penulisan karangan ilmiah, yaitu kendaraan (mobil) sebagai alat untuk mencapai tempat tujuan dengan selamat.

e. Alinea Klimaks atau Induktif
Contoh :
Pendanaan bank diperoleh dari berbagai sumber, yaitu yang bersumber dari pemilik bank, dari masyarakat penanam modal, dari masyarakat sebagai nasabah. Setiap pihak menyandang dana mempunyai kepentingan dalam roda kegiatan aliran arus dana.Tidak ada di antara mereka yang mau dirugikandalam kebijakan pelasanaan kegiatan tersebut. Masing-masing mengharapkan keuntungan sesuai dengan ketentuan dan cara-cara yang lazim. Oleh sebab itu, manejemen perbankan yang sehat memegang peranan penting dalam pengelolaan dana yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penghimpunan, penyaluran, serta pengendalian dana sehingga tidak ada pihak yang dikecewakan.
Ide pokok pada alinea di atas terdapat pada bagian akhir yang merupakan kesimpulan dari pernyataan-pernyataan yang dikemukakan sebelumnya (klimaks). Pengungkapan ide dijelaskan dengan hubungan sebab akibat.

f. Alinea Anti Klimaks atau Deduktif
Contoh :
Masalah ekonomi yang dihadapi masyarakat adalah masalah keuangan. Produksi barang dan jasa melimpah-limpah ditawarkan kepada masyarakat, sedangkan kemampuan masyarakat untuk membeli dan memperolehnya sangat terbatas. Penghasilan mereka rata-rata jauh lebih rendah daripada kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Oleh sebab itu, mereka tidak bisa memperoleh semua barang dan jasa yang diperlukan.
Ide pokok pada alinea diatas terdapat pada bagian awal. Jadi alinea ini termasuk alinea deduktif .Ide dikembangkan dengan hubungan sebab-akibat. Kalimat ketiga menyatakan adanya penyebab masalah ekonomi. Kalimat terakhir mengandung ide yang menyatakan akibat dari pernyataan pada kalimat ketiga. Hal ini dipertegas pula oleh adanya ungkapan penghubung oleh sebab itu sebagai penanda adanya hubungan kolerasi secara eksplisit.

g. Alinea Campuran
Contoh :
Koperasi merupakan badan usaha yang mengutamakan kesejahteraan ekonomi anggotanya. Mencari keuntungan besar tidak menjadi tujuan utamanya. Modalnya dikumpulkan dari anggotanya. Kegiatan usahanya juga dilakukan oleh anggotanya Keuntungan yang diperoleh badan usaha ini juga diperuntukan bagi anggotanya. Oleh sebab itu, bila usaha ini dilakuka dengan baik dan jujur, koperasi ini betul-betul dapat mensejahterakan keadaan ekonomi anggotanya.
Ide pokok alinea terdapat pada kalimat awal dan akhir. Jadi, alinea ini merupakan alinea campuran alinea deduktif dan induktif yang disingkat dengan sebutan alinea campuran. Ide pada kalimat akhir alinea ini merupakan penegasan bterhadap ide yang diungkapkan pada kalimat awal. Jadi, ide pokok pada alinea ini tetap satu. Kaitan ide antar kalimat yang membentuk alinea dinyatakan secara eksplisit, yaitu dengan menggunakan akhiran (-nya) yang mengacu pada koperasi sebagai suatu badan usaha.

h. Alinea Sebab Akibat
Lihat contoh (6) di atas.

i. Alinea Proses
Contoh :
Sebagai suatu fungsi penyediaan jasa, akuntansi merupakan sumber informasi keuangan yang bersifat kuantitatif kepada berbagai pihak yang berkepentingan. Sebagai suatu sistem informasi, petugas akuntansi (akuntan) melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data keuangan perusahaan. Perusahaan harus selalu mengikuti perkembangan data akuntansi sehari-hari. Hari ini perlu dilakukan sebagai pedoman untuk membuat keputusan ekonomis.

j. Alinea Deskriptif
Suatu lembah dikelilingi tebing terjal yang ditumbuhi oleh berbagai jenis pepohonan. Beberapa ekor kera bermain sambil berlompatan di antara batang pohon. Di tengah lembah terdapat sebuah sungai yang airnya jernih dan sejuk. Sungai itu tidak terlalu dalam.beberapa orang remaja berjingkrak menyebrangi sungai sambil bergurau. Di pinggir sungai juga banyak remaja berjalan-jalan dan ada juga yang sedang mengabadikan pemandangan alam yang indah itu dengan kameranya. Sebagian ada yang duduk di bawah naungan pohon yang rindang sambil bercengkrama. Udara di lembah itui sangat sejuk. Sungguh suatu pemandangan yang indah dengan suasana yang menyenangkan.
Ide pada alinea di atas (9) dikembangkan secara deskriptif. Tidak ada salah satu kalimat yang mengandung ide pokok.Walaupun secara eksplisit tidak dinyatakan ide pokoknya pada alinea ini, pembaca alinea ini dapat mengetahui ide pokoknya adalah suatu lokasi pariwisata yang sangat indah yang sering dikunjungi oleh para remaja pada waktu hari libur. Jadi, ide pokok pada alinea deskriptif tetap ada,hanya tidak dinyatakan secara eksplisit. Ide pokok dapat diketahui pembaca dengan cara menarik kesimpulan dari pernyataan-pernyataan yang diungkapkan pada alinea ini.

E. KRITERIA ALINEA
Bila kita berbicara tentang kualitas suatu alinea, mau tidak mau kita dihadapkan pada seperangkat syarat-syarat alinea yang baik. Beberapa syarat yang harus dipenuhi agar alinea termasuk kategori baik,di antaranya:
1)     Satu alinea terdiri atas beberapa kalimat.
2)     Alinea trsebut mengandung satu ide pokok.
3)     Ide yang diungkapkan dalam kalimat-kalimat yang membangun alinea tersebut saling berkaitan sehingga terlihat koherensi secara berkesinambungan,sereta urutan yang logis dan runtun.
4)    Pengungkapan kelompok ide dalam alinea tersebut merupakan satu kesatuan yang padu.
5)    Alinea tertulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.
6)    Struktur alinea harus bervariasi disesuaikan dengan latar belakang pembaca, sifat media tempat alinea (karangan) diterbitkan serta sifat dan tuntutan kalimat topik

BAB III
PENUTUP

A.KESIMPULAN
Ditinjau dari segi kalimat dan ide yang terkandung di dalamnya, alinea dapat didefinisikan sebagai berikut: Alinea adalah seperangkat kalimat yang mengandung sekelompok ide yang saling berkaitan dan bernaung di bawah satu ide pokok. Ditinjau dari segi penampilannya dalam suatu wacana, alinea adalah bagian wacana yang ditandai oleh baris pertama yang menjorok ke dalam atau oleh jarak spasi yang lebih dari jarak spasi baris kalimat-kalimat lainnya.
Berdasarkan penempatan ide pokok pada alinea, alinea dibagi menjadi 4 jenis yaitu alinea deduktif, alinea induktif, alinea campuran, alinea deskriptif. Dan berdasarkan cara mengembangkan ide dan alat bantu yang digunakan untuk menjaga kesinambungan pengungkapan ide atau keruntunan ide dapat dibagi dalam sepuluh bagian, diantaranya alinea definisi, alinea contoh, alinea perbandingan, alinea analogi, alinea klimaks atau induktif, alinea anti klimaks atau deduktif, alinea campuran, alinea sebab-akibat, alinea proses, alinea deskriptif.
Untuk menyusun alinea secara logis-sistematis diperlukan alat bantu berupa unsur-unsur penyusun alinea, seperti transisi (transition), kalimat topik (topic sentence), kalimat pengembang (development sentence), dan kalimat penegas (punch-line) keempat unsur penyusun alinea tersebut, terkadang muncul secara bersamaan, terkadang pula hanya sebagian yang muncul dalam sebuah alinea.
B. SARAN
Karya yang kami susun ini bukanlah karya yang sempurna tapi sesuatu yang lahir dari kerja keras.tentunya kerja keras penyusun bukan tanpa kekurangan hasilnya ini. Maka kami senantiasa mengharapkan masukan dan kritikan rekan-rekan pembaca, dan mudah-mudahan rekan-rekan semua dapat menggali terus konsep mengenai alinea dan keruntunan ide agar kita dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang hal tersebut.Mudah-mudahan dengan terciptanya makalah ini khususnya bagi penyusun umumnya untuk para pembaca bisa mengembangkan atau membuat sebuah alinea yang baik berdasarkan kriteria yang ada.

DAFTAR PUSTAKA

1.    Tarigan,Djago.2009.Membina Keterampilan Menulis Paragraf dan Pengembangannya.Bandung:Angkasa.
2.    Nazar,Noerzisri A.2004.Bahasa Indonesia dalam Karangan Ilmiah.Bandung:Humaniora Utama Press(HUP).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar