'http://twitter.com/novitriarianty, My name is Novi Tri Arianty. I was born on 07 November 93. I ♥ Purple, pink and green. I ♥ Psikologi and Biopsikologi. Novi Tri Arianty

Selasa, 14 Oktober 2014

Sistem Informasi Berbasis Komputer


Fokus utama sistem informasi berbasis komputer adalah untuk aplikasi otomatisasi perkantoran (Office Aotumation/OA). Dimana komputer memiliki porsi yang semakin berati untuk aplikasi SIA (Sistem Informasi Akuntansi), SIM (Sistem Informasi Manajemen), dan DSS (Decission Support System). Komputer dapat melakukan tugas sesuai dengan yang diperintahkan oleh penggunanya, bahkan dengan sistem cerdas (expert system), jaringan saraf (neural network), dan sistem berbasis pengetahuan (knowledge-based system), komputer tidak sekedar membantu pekerjaan manusia, namun juga bisa memberikan solusi pada kegiatan yang dianggap sulit oleh manusia.
Perkembangan program-program komputer yang sengaja dirancang untuk memudahkan manajemen dalam mengelola informasi sangat pesat. Aplikasi di berbagai bidangpun semakin luas, terutama aplikasi di bidang bisnis yang dimaklumi sebagai indikator kemajuan suatu peradaban manusia. Pada dunia bisnis dikenal beberapa jenis aplikasi program komputer untuk mendukung kinerja suatu lembaga bisnis, seperti aplikasi yang berkaitan dengan psikologi, aplikasi yang berkaitan dengan bidang psikotes, aplikasi yang berkaitan dengan bidang pengambilan keputusan, aplikasi yang berkaitan dengan bidang informasi psikologi, bahkan sampai pada kantor maya (virtual office), dan sistem berbasis pengetahuan (knowledgebased system). Seluruh aplikasi program komputer atau lebih dikenal dengan software di bidang bisnis tersebut lebih dikenal dengan istilah sitem informasi berbasis komputer (computer-based information system) atau CBIS (dalam Saliman, 2012).

Computer Based Information System (CBIS) atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut juga Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer. Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi.
Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.

Evolusi dan Aplikasi Sistem Informasi Berbasis Komputer  
1.      SIA/SISTEM INFORMASI AKUNTASI
Sistem informasi akuntansi melaksanakan akuntansi perusahaan, aplikasi ini ditandai dengan penngolahan data yang tinggi.
Pengolahan data :
·    Manipulasi atau transformasi simbol-simbol seperti angka dan abjad untuk tujuan  meningkatkan kegunaannya
Tujuan Pengolahan Data :
·   Mengumpulkan data yang menjelaskan kegiatan perusahaan, mengubah data tersebut menjadi informasi serta menyediakan informasi bagi pemakai didalam
maupun di luar perusahaan.
SIA melaksanakan 4 Tugas Dasar :
1.      Pengumpulan data
2.    Manipulasi data
3.  Pengklasifikasian, penyortiran, perhitungan, pengikhtisaran, penyiapan dokumen, penyimpanan data
4.    Penyiapan data
Karakteristik SIA
Karakteristik pengolahan data yang membedakan SIA dgn subsistem CBIS yang lain :
− Melaksanakan tugas yang diperlukan
− Berpegang pada prosedur yang relatif standar
− Menangani data yang rinci
− Terutama berfokus historis
− Menyediakan informasi pemecahan masalah yang minimal.
Contoh Sistem Informasi Akuntansi :
Sistem terdistribusi yang digunakan perusahaan distribusi yaitu perusahaan yang mendistribusikan produk dan jasanya ke pelanggan (misalnya: perusahaan yang berorientasi produk seperti: manufaktur, pedagang besar, pengecer dll). 


2. SIM/SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Definisi :
·    Sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi pemakai dengan kebutuhan yang serupa (Raymond mcLeod, Jr)
· integrasi manusia/mesin guna menyediakan informasi untuk mendukung fungsi operasional manajemen & pengambilan keputusan pada suatu organisasi (Gordon B. Davis)
Elemen-elemen SIM :
Hardware, Software, Prosedur, Database, Model
Tujuan SIM :
· Memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan atau dalam sub unit organisasional perusahaan (subunit dapat disasarkan pada area fungsional atau tingkatan manajemen).

3.    SPK /SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN
Definisi :
Sistem komputer yang interaktif yang membantu pembuat keputusan dalam menggunakan dan memanfaatkan data serta model untuk memecahkan masalah yang tidak terstruktur.
Tujuan :
·  Memberikan dukungan untuk pembuatan keputusan pada masalah yang semi/tidak terstruktur.
·   Memberikan dukungan pembuatan keputusan kepada manajer pada semua tingkat untuk membantu integrasi antar tingkat.
·  Meningkatkan efektifitas manajer dalam pembuatan keputusan dan bukan peningkatan efisiennya.
Karakteristik SPK :
a.    Adaptability
b.    Flexibility
c.     User friendly
d.    Support intelligence
e.     Design
f.       Choice
g.    Effectiveness.  
Tingkatan teknologi SPK :
a.     Specific DSS
Merupakan hardware ataupun software yang memungkinkan seseorang atau sekelompok orang pengambil keputusan melakukan analitik terhadap suatu masalah tertentu.
b.    DSS Generator
Suatu paket hardware/software yang mampu secara cepat & mudah membuat spesifik DSS
c.     DSS Tools
Suatu hardware/software yang membantu pembuatan spesifik DSS dan generator DSS.  
Manfaat SPK :
1. Meningkatkan jumlah alternatif yang dipilih
2. Pemahaman yang lebih baik tentang bisnis
3. Respon yang cepat terhadap situasi yang tidak diharapkan
4. Kontrol yang lebih baik.

PERBEDAAN SIM, SPK, EDP
a.     SIM
·     Fokus pada pengorganisasian informasi dari perusahaan
·     Alur informasi terstruktur
·     Aktifitas : tanya tawab & penyusunan laporan
b.    SPK
· Mengkhususkan pada pengambilan keputusan dari para manajer tingkat atas
· Menekankan pada fleksibilitas, adaptibilitas & mampu memberi respon dengan cepat
·     User memiliki kontrol penuh dalam berinteraksi
c.     EDP
·     Fokus pada data
·     Proses transaksi yang efisien
·     Mengintegrasi file-file dari pekerjaan sejenis
·     Membuat ringkasan untuk laporan bagi manajemen.

4.    OTOMATISASI KANTOR / OFFICE AUTOMATION / OA
Semua sistem elektronik formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang-orang di dalam maupun di luar perusahaan.
Fungsi OA adalah :
Untuk memudahkan segala jenis komunikasi baik lisan maupun tulisan dan menyediakan informasi yang lebih baik untuk pengambilan keputusan.  
Tujuan otomatisasi Kantor :
1. Penghindaran biaya
2. Pemecahan masalah kelompok
3. Sebagai pelengkap
Aplikasi otomatisasi kantor :
a.     Word processing
b.     Email
c.      Voice mail
d.     Electronic calendering
e.      Audio conferencing
f.       Video conferencing
g.      Computer conferencing
h.     Facsimile transmission
i.       Video text
j.       Imaging
k.     Desktop publishing

5.     SISTEM PAKAR
Definisi :
Program komputer yang berfungsi seperti manusia, yaitu memberi konsultasi kepada pemakai mengenai cara pemecahan masalah.  
Komponen sistem pakar :
  1. User interface, memungkinkan pemakai untuk dapat berinteraksi dengan sistem pakar

2. Knowledge base, menyeimpan pengetahuan gabungan yg digunakan untuk memecahkan masalah
tertentu.
3. Inference engine, memberikan kemampuan penalaran yang menginterpretasikan isi dari knowledge base.
4.    Development engine, digunakan oleh ahli dan analisis system untuk menciptakan sistem pakar.   
Output sistem pakar :
1. Penjelasan pertanyaan
2. Penjelasan pemecahan masalah

DAFTAR PUSTAKA
Harya. (2011). Evolusi dan aplikasi sistem informasi berbasis komputer. Depok: Universitas Gunadarma.
harya.staff.gunadarma.ac.id/.../evolusi+%26+aplikasi+SI+berbasis+komputer.pdf.
·        Saliman. (2012). CBIS. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

·       http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16955/4/Chapter%20II.pdf

Kaitan antara struktur Kognisi Manusia dan Arsitektur Komputer

Struktur kognitif manusia itu proses berpikir yang terjadi pada diri sendiri, jadi manusia memiliki kontrol terhadap proses berpikirnya sendiri. Sedangkan kalau arsitektur komputer itu yang menciptakan adalah manusia, manusia yang membuat program, manusia yang membuat pola dari sistem komputer itu. Jika disatukan, maka akan menimbulkan suatu hubungan timbal balik yang sangat menguntungkan. Dijelaskan juga bahwa, pandangan kognitif dalam bidang informasi dianggap berbeda dari pandangan kognitif tentang kerja otak manusia. Dalam konteks informasi, pandangan kognitif menekankan pada pengembangan model pemrosesan informasi dalam kerja otak dan kesadaran manusia. Sedangkan arsitektur komputer dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya. Struktur kognisi manusia merupakan bagian atau komponen yang terstruktur dalam otak manusia yang memberi pengetahuan berdasarkan sistem, skema, adaptasi, asimilasi dan akomodasi yang membentuk suatu kematangan dan pengalaman otak dalam menjalankan kehidupan sosial bagi seorang manusia.

Dalam hal ini contoh pemanfaatannya di bidang psikologi adalah pelaksanaan Tes MMPI yang sangat mudah dalam hal interpretasi karena sudah ada softwarenya, dimana psikolog hanya menginput jawaban-jawaban di dalam komputer. Dan nanti hasilnya akan keluar sesuai dengan kode yang sudah di setting sebelumnya.  

Ini merupakan software dari tes MMPI                        Pernyataan dari MMPI di dalam software


Ini merupakan pernyataan dari MMPI di 
dalam software yang sudah terinstall.





Ini merupakan hasil dari MMPI di dalam                   software yang sudah terinstall.






Ini merupakan hasil grafik dari MMPI di dalam software yang sudah terinstall 

POKOK-POKOK TEORI ALLPORT

 STRUKTUR dan DINAMIKA KEPRIBADIAN

Bagi Allport, struktur kepribadian itu terutama dinyatakan dalam sifat-sifat (traits) dan tingkah laku didorong oleh sifat-sifat (traits). Allport berpendapat bahwa masing-masing pengertian reflex bersyarat, kebiasaan, sikap, sifat, diri (self) dan kepribadian itu kesemuanya masing-masing adalah bermanfaat. Tetapi walaupun semua pengertian itu diterima dan dianggap penting,namun tekanan utama diletakkannya pada sifat (traits), sikap (attitude) dan intense (intentions), sehingga ada yang menamakan psikologi Allport itu adalah “trait psychology”.
a.      Kepribadian , Watak dan Temperamen
Kepribadian
Kepribadian adalah organisasi dinamik dalam system psikofisik individu yang menentukan penyesuaiannya yang unik dengan lingkungannya. Suatu fenomena dinamik yang memiliki elemen psikologik dan fisiologik, yang berkembang dan berubah, yang memainkan peran aktif dalam berfungsinya indivisu. Definisi kepribadian ini memiliki 3 unsur pokok:
  • Istilah dynamic organization dipakai merangkum dua pengertian : kepribadian terus berkembang dan berubah, dan di dalam diri individu ada pusat organisasi yang mewadahi semua komponen kepribadian – menghubungkan satu dengan lainnya.
  • Istilah psychophysical systems menyiratkan bahwa kepribadian bukan hanya konstruk hipotetik tetapi merupakan fenomena nyata yang merangkum elemen mental dan neural, disatukan ke dalam unitas kepribadian.
  • Istilah determine mempertegas kembali bahwa kepribadian adalah sesuatu dan mengerjakan sesuatu, bukan sekedar konsep yang menjelaskan tingkah laku orang tetapi bagian dari individu yang berperan aktif dalam tingkah laku orang itu.

Watak  (Karakter)
Karakter mengesankan suatu aturan tingkah laku dengan mana orang atau perbuatannya akan dinilai : orang sering digambarkan memiliki karakter yang baik atau jelek. Allport menunjukkan  bahwa biasanya watak menunjukkan arti normative; karakter adalah kepribadian yang menilai,dan kepribadian adalah karakter yang tidak menilai (Allport, 1951).
Temperamen
Temperamen adalah disposisi yang sangat erat hubungannya dengan factor-faktor biologis atau fisiologis dan karenanya sedikit sekali mengalami modifikasi di dalam perkembangan. Peranan keturunan disini lebih penting/besar. Bagi Allport temperamen adalah bagian khusus dari kepribadian yang diberikan definisi sebagai berikut:
“Temperamen adalah gejala karakteristik daripada sifat emosi individu, termasuk juga mudah tidaknya kena rangsangan emosi, kekuatan serta kecepatannya bereaksi, kualitas kekuatan suasana hatinya, segala cara daripada fluktuasi dan intensitat suasana hati; gejala ini tergantung kepada factor konstitusional, dan karenanya terutama berasal dari keturunan”. (Allport, 19521, p.54).
b.      Sifat (Trait)
Sifat (Trait)
Trait adalah predisposisi untuk merespon secara sama kelompok stimuli yang mirip, suatu struktur neuropsikis yang memiliki kemampuan untuk menjadikan banyak stimuli berfungsi ekuivalen, dan memulai serta membimbing bentuk-bentuk tingkah laku adaptif dan ekspresif. Jadi, Trait adalah system neuropsikis yang digeneralisasikan dan diarahkan, dengan kemampuan untuk menghadapi bermacam-macam perangsang secara sama, memulai serta membimbing tingkah laku adaptif dan ekspresif secara sama. Allport menjelaskan sifat-sifat yang terpenting dari trait, sebagai berikut:
  •  Nyata: trait itu bukan konsep abstrak tetapi objek nyata, yaitu struktur neuropsikis.
  • Membuat banyak stimuli berfungsi ekuivalen: trait itu telah menetapkan orang untuk mengundang berbagai stimulus memiliki makna yang sama dan merespon stimuli itu dengan tingkah laku yang mirip.
  • Mengubah/menentukan tingkah laku: trait muncul bukan hanya kalau ada stimulus yang sesuai. Tenaga dorongnya bervariasi, traits yang kuat memiliki kekuatan motif untuk menggerakan tingkah laku, mendorong orang mencari stimulus yang sesuai sehingga dapat menampung trait itu. Trait lemah hanya berperan membimbing tingkah laku yang sudah siap untuk bergerk.
  • Empiric: trait dapat disimpulkan melalui berbagai pembuktian empiric. (1) trait disimpulkan dari terjadinya tingkah laku berulang yang mempunyai makna yang sama, mengikuti rentangan stimulus tertentu yang memiliki makna personal yang sama. (2) disimpulkan berdasarkan keajegan, namun keajegan ini tidak mutlak Karena trait bisa disimpulkan dari kesatuan keselarasan yang lembut dari berbagai manifestasi tingkah laku individu. (3) trait disimpulkan dari jawab atau kegiatan merespon stimuli kuesioner.
  • Kemandirian yang relative: trait dapat dikenali bukan dari kemandiriannya yang kaku, tetapi dari kecenderungannya di seputar operasi pengaruhnya. Tingkah laku dari suatu trait tertentu dipengaruhi oleh trait yang lain,saling tumpang tindih –tanpa batas  yang jelas.

Trait Umum (Bersama) dan Trait Individual   
  • Trait umum (nomothetic traits) adalah sifat-sifat yang dimiliki bersama oleh banyak orang, dipakai untuk membandingkan orang dari latar budaya yang berbeda. Sekelompok orang lebih suka terbuka atau lebih sopan dibanding kelompok lain.
  • Trait individual (morphological traits atau idiographic traits) merupakan manifestasi trait umum pada diri seseorang, sehingga selalu unik bagi orang itu, konstruk neuropsikis yang membimbing, mengarahkan, dan memotivasi tingkah laku penyesuaian yang khas. Sifat unik itu merupakan gambarang yang tepat dari struktur kepribadian seseorang.

Sifat Pokok, Sifat Sentral dan Sifat Sekunder
Sifat merupakan predisposisi-predisposisi umum bagi tingkah laku. Ada 3 tingkatan disposisi sifat:
  1. Sifat umum (cardinal traits): sifat luar biasa khas yang hanya dimiliki sedikit orang, sifatnya sangat berperan dan mendominasi keseluruhan hidupnya. Sifat cardinal sangat jelas, tidak dapat disembunyikan, karena tercermin pada semua tingkah laku orang yang memilikinya. Kualitas yang demikian dominan pada individu itu sering disebut “the eminent trait, the ruling passion, the master sentiment, atau the radix of a life” (Allport, 1951, p.338).
  2. Sifat sentral (central traits): sifat-sifat ini lebih khas, dan merupakan kecenderungan individu yang sangat khas/karakteristik sering berfungsi dan mudah ditandai.
  3. Sifat sekunder (secondary trait): sifat ini nampaknya berfungsinya lebih terbatas, kurang menentukan di dalam deskripsi kepribadian, dan sifat ini tidak menyolok, jarang dipakai atau hanya dipakai pada kesempatan yang sangat khusus. Allport menyarankan manakala sifat sekunder itu hanya bangkit oleh stimulus situasi yang sempit, lebih tepat disebut sikap (attitude).

Sifat-Sifat Ekspresif
Kecuali yang telah dikemukakan itu, masih ada sifat yang lain, yaitu sifat-sifat ekspresif. Sifat ekspresif ini merupakan disposisi yang member warna atau mempengaruhi bentuk tingkah laku, tetapi pada kebanyakan orang tidak mempunyai sifat mendorong. Tujuan yang dikejar orang sifat-sifat ini dapat bekerja, dapat memberi warna kepada tingkah lakunya.
Traits – Habit – Attitude – Type
Trait, habit, dan attitude semua predisposisi, mereka bisa unik, mereka semua produk factor genetic dan belajar, dan masing-masing mungkin mengawali atau membimbing tingkah laku. Type bisa dianggap sebagai super-ordinasi dari ketiga konsep lainnya.
  1. Sifat (Trait) adalah predisposisi untuk merespon secara sama kelompok stimuli yang mirip, penentu kecenderungan yang bersifat umum, dapat dipakai dalam lebih banyak situasi, dan memunculkan lebih banyak variasi respon. Trait merupakan kombinasi atau taraf umum dari 2 habit atau lebih.
  2. Kebiasaan (Habit) seperti traits tetapi senentu kecenderungan habit bersifat khusus,hanya dipakai untuk merespon satu situasi atau stimulus dan pengulangan dari situasi atau stimulus itu.
  3. Sikap (Attitude) lebih umum disbanding habit tetapi kurang umum dibanding trait. Attitude terentang dari yang sangat spesifik sampai yang sangat umum, sedag trait selalu umum. Attitude berbeda dengan habit dan trait dalam hal sifatnya yang evaluative.
  4. Tipe (Type) adalah kategori nomotetik, dan konsep yang jauh lebih luas disbanding tiga konsep diatas. Sebagai suatu kategori, tipe akan mengelompokkan manusia menjadi beberapa jenis atau model tingkah laku. Tipe merangkum ketiga konsep yang lain, menggambarkan kombinasi trait-habit-attitude yang secara teoritis dapat ditemui pada diri seseorang. Namun manakala kita menganalisa individu dalam hal tipenya, kita kehilangan pengamatan mengenai sifat keunikannya. Karena tidak ada orang yang cocok dengan tipe secara sempurna, tipe menjadi pembeda artificial yang mengaburkan realita.

Sabtu, 04 Oktober 2014

Layanan Bimbingan dan Konseling Berbasis Videoconference

Salah satu pemanfaatan layanan sistem informasi dalam bidang psikologi ialah konseling dengan media videoconference maupun teleconference Videoconference atau konferensi video merupakan bagian dari dunia teleconference. Videoconference dapat diartikan sesuai dengan suku katanya, yaitu video = video, conference =konferensi, maka video conference adalah konferensi video dimana data yang ditransmisikan adalah dalam bentuk video atau audiovisual. Videoconference adalah telekomunikasi dengan menggunakan audio dan video sehingga terjadi pertemuan ditempat yang berbeda-beda. Ini bisa berupa antara dua lokasi  yang berbeda(point-to-point) atau mengikutsertakan berberapa lokasi sekaligus di dalam satu ruangan konferensi (multi-point)
Dalam cybercounseling ini, kita mengupayakan program yahoo messenger yang sekiranya sudah popular dikalangan dunia internet atau software khusus yang dikenal dengan skype yang dapat didownload di alamat www.skype.com. Untuk mengunakan program ini kita bisa dapatkan dengan mendownload di internet atau membeli pada toko computer yang khusus menjual software. Sudah tentunya untuk menjalankan layanan ini, pada masing-masing sekolah disediakan sarana internet, komputer dengan camera (webcam) atau laptop sebagai piranti utama untuk menjalankan program ini. Melalui videoconference ini antar konselor serta siswa konseli bisa bertatap muka secara langsung walaupun bersifat virtual, maka bentuk layanan yang bisa diupayakan adalah tergantung kreasi dari konselor itu sendiri. Sebagai gambaran, adapun bentuk layanan bimbingan dan konseling yang bias diupayakan yaitu: layanan konsultasi, layanan Informasi,layanan konseling individual,layanan konseling kelompok, beserta layanan lain yang bisa dikembangkan oleh masing–masing konselor dan sesuai dengan kebutuhan konseli.
Manfaat teleconference diantaranya:
  • Layanan konseling dapat berlangsung di luar jam sekolah maupun di sekolah. Apabila ada konseli/siswa yang dirasa kurang mendapatkan pelayanan konseling di sekolah karena alasan kurangnya waktu, maka bisa melanjutkan di luar jam sekolah atas kesepakatan yang sudah ditetapkan oleh konselor dengan siswa disekolah.
  • Dapat menghemat waktu. Melalui cybercounseling, konselor dapat melakukan layanan dimana saja walaupun tempatnya berjauhan, terutama bagi siswa yang membutuhkan layanan saat itu juga. Disamping itu, lewat website yang dibuat pada masing-masing sekolah, siswa bias mengakses informasi yang dibutuhkan dengan cepat.
  • Menghemat biaya. Khususnya bagi konselor yang menggunakan model videoconference untuk berkomunikasi antar konselor, bisa langsung bertatap muka secara virtual, sehingga dengan fasilitas ini akan dapat menekan biaya bila tempat antar konselor berjauhan.
  • Dapat meningkatkan kualitas konselor dan siswa terutama dalam penguasaan teknologi khususnya internet dan komputer di zaman yang semakin berkembang.
  • Sekolah atau perguruan tinggi yang menjalankan cybercounseling sudah tentunya memiliki nilai lebih dalam aspek strategi layanan bimbingan dan konseling berbasis teknologi.
Bagi mereka yang belum mengenal internet, dengan adanya sosialisasi cybercounseling maka konselor yang masih awam akan bisa mempelajarinya. Dengan demikian tidak ada istilah ketinggalan jaman atau gagap teknologi. Sudah tentunya hal tersebut diimbangi dengan usaha dan kemauan keras untuk menguasai teknologi tersebut, dan lain sebagainya.

Jumat, 03 Oktober 2014

Arsitektur Komputer dan Struktur Kognisi Manusia

Struktur Kognisi itu apa sih? Nah.. sebelumnya disini saya akan membahas apa itu struktur kognisi.. kita mulai dari pengertiannya dulu ya guys.. Kita bahas satu-satu dulu ya biar ga pusing.. hehehe..

A.   Struktur Kognisi
Menurut seorang tokoh yang bernama Ausabel ia mengemukakan bahwa struktur kognitif merupakan organisasi pengetahuan atau dengan kata lain bahwa struktur kognitif dapat disebut sebagai pengetahuan.Struktur kognitif seseorang tidak lain adalah organisasi pengetahuan faktual yang diperoleh dari lingkungan. Struktur kognitif terbentuk dari informasi lingkungan sebagai suatu stimulus dari lingkungan yang selalu berubah, maka struktur kognitif atau pengetahuanpun akan terus berkembang. Keadaan struktur kognitif yang berkembang inilah yang mungkin menjadi prasyarat bagi seseorang yang untuk mengasimilasi dan mengakomodasi pengetahuan atau informasi lain dari lingkungan sehingga struktur kognitif ini dapat memiliki kemampuan untuk berkembang.
Struktur merupakan cara sesuatu disususn atau dibangun, yang disusun dengan pola tertentu, sedangkan kognitif, menurut Livingstone, kognitif adalah kemampuan berpikir dimana yang menjadi objek berpikirnya terjadi pada diri sendiri. Segala sesuatu tentang pengetahuan, kesadaran, kontrol yang dihasilkan dari proses berpikit yang terjadi pada diri sendiri.
Teori kognitif lebih menekankan bagaimana proses atau upaya untuk mengoptimalkan kemampuan aspek rasioanal yang dimiliki oleh orang lain. oleh sebab itu kognitif berbeda dengan teori behavioristik yang lebih menekankan pada aspek kemampuan perilaku yang diwyjudkan dengan cara kemampuan merespon terhadap stimulus yang datang kepada dirinya. Pandangan kognitif dalam bidang informasi dianggap berbeda dari pandangan kognitif tentang kerja otak manusia. Dalam konteks informasi, pandangan kognitif menekankan pada pengembangan model pemrosesan informasi dalam kerja otak dan kesadaran manusia.

Proses kognitif areanya sangat luas (proses berpikir, intelegensi, pengetahuan umum dan lain-lain). Disini kita hanya akan membahas antara intelegensi dan emosi. Intelegensi emosional adalah suatu kemampuan mengidentifikasi emosi yang dialami oleh diri sendiri dan orang lain dengan akurat, kemampuan mengekspresikan emosi dengan tepat, dan kemampuan mengatur emosi pada diri sendiri dan orang lain. Orang yang memiliki intelegensi emosional (EQ) yang tinggi mampu menggunakan emosi mereka untuk meningkatkan motivasi mereka, menstimulasi pemikiran yang kreatif, dan mengembangkan empati terhadap orang lain. Orang-orang yang memiliki intelegensi emosi yang kurang baik akan mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi emosi pada diri mereka sendiri.
Beberapa orang memiliki argumen bahwa intelegensi emosional bukanlah kemampuan kognitif yang spesial, melainkan kumpulan karakteristik-karakteristik kepribadian, seperti empati dan ekstroversi. Terlepas dari kontroversi yang ada, pengembangan konsep intelegensi merupakan sesuatu yang sangat berguna bagi kita semua. Pengembangan tersebut memaksa kita berpikir kritis mengenai makna intelegensi dan memaksa kita mempertimbangkan beragam jenis “intelegensi” yang membantu kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pendekatan kognitif juga membantu penyusuran berbagai strategi pembelajaran anak-anak yang mampu secara efektif meningkatkan kemampuan anak dalam membaca, menulis, mengerjakan pekerjaan rumah dan menjalani ujian. Sebagai contoh, anak-anak diajari menggunakan waktu dengan bijak sehingga tidak menunda-nunda dan mampu membedakan persiapan untuk ujian pilihan ganda dengan ujian essai. Yang paling penting, berbagai pendekatan baru dalam menjelaskan intelegensi telah menghapus set mental yang keliru, yang menganggap intelegensi yang diukur oleh tes IQ satu-satunya variabel yang menentukan berhasil atau tidaknya seseorang dalam kehidupannya. Ada beberapa aspek yang mempengaruhi struktur kognitif, antara lain yaitu: Berdasarkan kedewasaan dan perkembangan individu; Sifat belajar yang lebih bermakna dari pengalaman yang terintegrasi; dan Ketepatan dalam mentransformasi informasi stimulus dan pengalaman melalui fungsi kognisinya.
Jean Piaget menyebut bahwa struktur kognitif ini sebagai skemata (Schemas), yaitu kumpulan dari skema-skema (dalam Sutarno, 2009). Seseorang individu dapat mengikat, memahami, dan memberikan respons terhadap stimulus disebabkan karena bekerjanya skemata ini. Skemata ini berkembang secara kronologis, sebagai hasil interaksi antara individu dengan lingkungannya. Dengan demikian seorang individu yang lebih dewasa memiliki struktur kognitif yang lebih lengkap dibandingkan ketika ia masih kecil. Piaget memakai istilah scheme secara interchangeably dengan istilah struktur. Scheme adalah pola tingkah laku yang dapat diulang. Scheme berhubungan dengan:
  1. Refleks-refleks pembawaan ; misalnya bernapas, makan, minum,
  2. Scheme mental ; misalnya scheme of classification, scheme of operation (pola tingkah laku yang masih sukar diamati seperti sikap, pola tingkah laku yang dapat diamati.
Jika schemas atau pola yang sudah dimiliki anak mampu menjelaskan hal-hal yang dirasakan anak dari lingkungannya, kondisi ini dinamakan keadaan ekuilibrium (equilibrium), namun ketika anak menghadapi situasi baru yang tidak bisa dijelaskan dengan pola-pola yang ada, anak mengalami sensasi disekuilibrium (disequilibrium) yaitu kondisi yang tidak menyenangkan. Sebagai contoh karena masih terbatasnya skema pada anak-anak: seorang anak yang baru pertama kali melihat buaya ia menyebutnya sebagai cecak besar, karena ia baru memiliki konsep cecak yang sering dilihat dirumahnya. Ia memiliki konsep cecak dalam skemanya dan ketika ia melihat buaya untuk pertama kalinya, konsep cecaklah yang paling dekat dengan stimulus. Peristiwa ini pun bisa terjadi pada orang dewasa. Hal ini terjadi karena kurangnya perbendaharaan kata atau dalam kehidupan sehari-harinya konsep tersebut jarang ditemui. Misalnya: seringkali orang menyebut kuda laut itu sebagai singa laut, padahal kedua binatang itu jauh berbeda cara hidupnya, lingkungan kehidupan, maupun bentuk tubuhnya dengan kuda ataupun singa. Asosiasi tersebut hanya berdasarkan sebagian bentuk tubuhnya yang hampir sama. Perkembangan skemata ini berlangsung terus-menerus melalui adaptasi dengan lingkungannya. Skemata tersebut membentuk suatu pola penalaran tertentu dalam pikiran anak. Makin baik kualitas skema ini, makin baik pulalah pola penalaran dan tingkat intelegensi anak itu.

B. Pengenalan Arsitektur Komputer

Ini adalah penjelasan mengenai komponen komputer, serta tentang organisasi komputer. Telah dideskripsikan fungsi dan desain berbagai unit komputer digital yang menyimpan dan mengolah informasi. Berkaitan dengan unit komputer yang menerima informasi dari sumber eksternal dan mengirimkan hasil terkomputasi ke destinasi eksternal. Kebanyakan materi yang dibahas disini ditujukan untuk hardware komputer dan arsitektur komputer. Hardware komputer terdiri dari sirkuit elektronik, display, media penyimpanan magnetik dan optik, perangkat elektromekanik, dan fasilitas komunikasi. Arsitektur komputer meliputi spesifikasi sekumpulan instruksi dan unit hardware yang melaksanakan instruksi tersebut. Disini dibahas pula banyak aspek pemrograman dan komponen software dalam sistem komputer. Sangatlah penting mempertimbangkan aspek hardware dan software pada desain berbagai komponen komputer guna mencapai pemahaman yang baik pada suatu sistem komputer. Memperkenalkan sejumlah konsep hardware dan software, menampilkan beberapa istilah umum, dan memberikan pandangan umum tentang aspek dasar subjek tersebut (dalam Nursyamsi, 2010).

Kelebihan dan kekurangan dari struktur kognisi yaitu :
A.   Kelebihan :
  1. Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas,
  2. Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar,
  3. Mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal.
B.   Kekurangan 
  1. Membutuhkan waktu yang cukup lama
Kelebihan dan kekurangan dari arsitektur komputer Mainframe yaitu :
A. Kelebihan:
1. Memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu.
2. Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user).
3. Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan
4. Menggunakan teknologi time sharring.
5. Kecepatan kerja processornya hingga 1GOPS (Giga Operations Per Second).
B. Kekurangan:
1. Ukurannya yang besar, maka diperlukan ruangan yang besar untuk menyimpannya.
2. Harganya sangat mahal.
3. Interface dengan pengguna masih menggunakan teks.
4. Kerjanya sangat lama.
5. Membutuhkan daya listrik yang sangat besar.
Jadi, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya kalau struktur kognitif manusia itu proses berpikir yang terjadi pada diri sendiri, jadi manusia memiliki kontrol terhadap proses berpikirnya sendiri. Sedangkan kalau arsitektur komputer itu yang menciptakan adalah manusia, manusia yang membuat program, manusia yang membuat pola dari sistem komputer itu. Jika disatukan, maka akan menimbulkan suatu hubungan timbal balik yang sangat menguntungkan. Dijelaskan juga bahwa, pandangan kognitif dalam bidang informasi dianggap berbeda dari pandangan kognitif tentang kerja otak manusia. Dalam konteks informasi, pandangan kognitif menekankan pada pengembangan model pemrosesan informasi dalam kerja otak dan kesadaran manusia. Sedangkan arsitektur komputer dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya. Struktur kognisi manusia merupakan bagian atau komponen yang terstruktur dalam otak manusia yang memberi pengetahuan berdasarkan sistem, skema, adaptasi, asimilasi dan akomodasi yang membentuk suatu kematangan dan pengalaman otak dalam menjalankan kehidupan sosial bagi seorang manusia.


DAFTAR PUSTAKA: